Survei: Elektabilitas Risma dan Rizal Ramli Melonjak

Situs Sbobet Rimanews – Survei dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKopi) menunjukkan bahwa elektabilitas dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai calon DKI 1 menguat sebesar 22,8 persen dibanding dengan hasil survei Februari 2016 lalu yang hanya 5,8 persen. Hendri Satrio, salah satu pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI mengatakan bahwa hasil survei kali ini untuk merespons keingintahuan lembaga tentang dinamika politik yang terjadi di Jakarta. Baca Juga Cucu Bung Karno Dukung Ahok-Djarot Bawa Keris Saat Foto dengan Ahok, Faizal Ditangkap Aladin Tanya Agus Soal Duit Rp 1 Miliar Ahok Traktir Warga Cipete Minum Es Goyang Persiapan Ahok Hadapi Persidangan Pekan Depan “Hasil survei ternyata memang sesuai perkiraan kami, Jakarta memang mengejutkan”, kata Hendri kepada Antara melalui keterangan tertulis yang diterima di Malang, Jawa Timur, Kamis (18/08/2016). Survei dilaksanakan 11-13 Agustus 2016 dengan wawancara tatap muka kepada 400 responden yang tersebar secara proporsional di 40 kelurahan di Jakarta. Pemilihan sample dilakukan secara acak menggunakan metode sample acak bertingkat dengan margin of error (MOE) 4,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Gubernur Petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) posisi elektabilitasnya tertahan di bawah, belum bisa melampaui 50 persen+1. Elektabilitas Ahok pada survei periode ini hanya 47,9 persen, bahkan pada pertanyaan terbuka elektabilitas Ahok lebih rendah, hanya 44,5 persen. Bila dibandingkan hasil survei Februari 2016, elektabilitas Ahok terbaca stagnan. Sementara itu Tri Rismaharini (Risma) elektabilitasnya menguat tajam menjadi 28,6 persen atau naik 22,8 persen dibanding dengan hasil survei Februari 2016 yang hanya 5,8 persen. Popularitas Risma juga terbilang tinggi hingga mencapai 81,4 persen. Nama Rizal Ramli juga harus diperhitungkan pada laga menuju DKI 1 ini. Rizal yang belum melakukan berbagai gerakan kampanye memiliki elektabilitas yang seimbang dengan Sandiaga Uno yang sudah melakukan pergerakan sebesar 3,5 persen. Bahkan saat dilakukan simulasi head to head dengan Ahok, Rizal sudah meraih angka 18,5 persen sementara Ahok 61,8 persen. Responden yang mewakili publik Jakarta juga memunculkan pernyataan yang mengejutkan. Hanya 57 persen yang menyatakan sudah mantap dengan pilihannya dan 36 persen menyatakan bisa berubah. Saat ditanyakan tentang keikutsertaan dalam Pilkada, 87 persen responden mengatakan akan ikut pemilihan. Hal menarik lainnya adalah 74 persen responden percaya bahwa tokoh lain berpeluang mengalahkan petahana. Hingga saat ini nampaknya masyarakat masih menimbang-nimbang calon alternatif selain petahana. Sehingga nama-nama seperti Tri Rismaharini, Rizal Ramli, Budi Waseso dan Sandiaga Uno memiliki masih peluang. Ada tiga faktor kuat yang berpengaruh sehingga petahana dapat kalah dalam Pilkada DKI 2017 kelak. Sekitar 34,8 persen responden percaya Ahok akan kalah bila tersandung kasus hukum. Ada 13,3 persen responden percaya Ahok akan kalah bila ada koalisi antara PDIP dan Gerindra, 11,8 persen responden mengatakan Ahok bisa kalah bila hanya dua pasang calon, 14 persen mengatakan faktor lain diluar 3 faktor di atas. Responden juga sebagian besar bisa menerima pemimpin berbeda agama (67 persen), sementara 33 persen lainnya menyatakan tidak bisa. Saat ditanya tentang Teman Ahok, 86 persen responden menyatakan tidak pernah menyerahkan KTP ke Teman Ahok, 14 persen lainnya menyatakan pernah. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Pilgub DKI 2017 , pilkada serentak , risma , Rizal Ramli , survei , politik , Nasional

Sumber: RimaNews