5 Hal Buruk dari Olimpiade Rio 2016 Sejauh Ini

Situs Sbobet JUARA.net – Dalam hitungan hari Olimpiade Rio 2016 akan dimulai. Namun, sampai saat ini kesiapan beberapa fasilitas dan infrastruktur di Brasil belum mencapai kata ideal. Kontingen Australia bahkan terpaksa keluar dari o lympic village dan mengungsi ke hotel terdekat karena tidak ingin membahayakan diri. Di luar masalah tersebut, Olimpiade Rio 2016 juga masih terus dihantui oleh kasus doping dan virus zika . Berikut 5 hal buruk yang hadir pada Olimpiade Rio 2016 sejauh ini yang dilansir Sport Cheat Sheet , Jumat (28/7/2016). 1. Skandal doping Rusia Kasus doping terbilang lumrah terjadi pada multi-event olahraga seperti Olimpiade. Namun, kasus doping yang terjadi di Rusia merupakan hal berbeda. Berdasarkan laporan investigasi McLaren yang dirilis Agensi Anti Doping Dunia (World Anti Doping Agency/WADA), setidaknya ada 300 sampel urine atlet Rusia yang dinyatakan positif doping. WADA kemudian mengeluarkan rekomendasi kepada Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) untuk melarang kontingen Rusia berlaga di Olimpiade tahun ini. Sebelumnya, Asosiasi Internasional dari Federasi Atletik (International Association of Athletics Federations/IAAF) telah melarang seluruh atlet atletik Rusia untuk mengikuti Olimpiade Rio 2016. 2. Virus zika Virus zika menjadi momok terbesar dalam penyelenggaraan Olimpiade Rio 2016. Virus yang menyebabkan cacat pada bayi baru lahir ini membuat sejumlah atlet memutuskan absen, sementara yang lainnya memilih membekukan sperma mereka sebelum bertolak ke Brasil. 3. Olympic Village tidak layak huni Brasil merupakan salah satu negara yang memiliki beragam keindahan, mulai dari panorama sampai budaya. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku pada Olympic Village mereka. Menurut Ketua Kontingen Australia, Kitty Chiller, o lympic village di Rio tidak layak huni. “Ada bau gas menyengat di sejumlah apartemen dan ada beberapa kali peristiwa korslet pada aliran listrik,” ujar Chiller. “Kami akhirnya memilih tinggal di hotel terdekat karena o lympic village tidak aman ataupun siap,” katanya. 4. Pertumbuhan virus dan bakteri pada air di Brasil meningkat Layaknya negara berkembang, kualitas air di Brasil juga belum semapan negara-negara maju. Namun, laporan dari New York Times mengatakan bahwa pertumbuhan virus dan bakteri pada air di sana mengalami peningkatan. Tes terakhir menunjukkan air di Brasil dipenuhi virus yang menyebabkan penyakit diare dan juga mengandung bakteri super. “Atlet asing akan betul-betul berenang dalam kotoran manusia dan mereka semua berisiko sakit akibat semua mikro-organisme tersebut,” kata dokter anak di Brasil, Daniel Becker, kepada New York Times . “Ini menyedihkan bagi Brasil, dan juga mencemaskan,” katanya. 5. Tidak ada akses untuk bermain Pokemon GO Popularitas aplikasi permainan Pokemon GO ternyata juga merambah kepada para atlet Olimpiade alias olimpian, setidaknya ke atlet loncat indah Amerika Serikat (AS) Abby Johnston. Menurut Johnston, tidak adanya akses untuk bermain Pokemon GO di olympic village menjadi salah satu hal “horor” dari Olimpiade Rio 2016.

Sumber: Juara.net