Momon dan Bapaknya Berpeluang Pecahkan Sejumlah Rekor Korupsi

Rimanews – KPK memastikan akan memeriksa bupati termuda sepanjang sejarah Indonesia Makmun Ibnu Fuad. Jika nantinya Momon menjadi tersangka dan dipenjara, dia akan menjadi kepala daerah termuda yang masuk bui. Kedua, Momon bersama bapaknya juga akan menjadi pasangan bapak-anak pertama yang ditahan karena kasus yang sama. Tak sampai di situ, Bangkalan juga akan beken karena menjadi kabupaten yang ketua legislatif dan eksekutifnya paling cepat masuk bui. Baca Juga PDIP Dinilai Paling Solid Menangkan Ahok Beban Moral Partai NasDem Menangkan Ahok Partai Pendukung Tidak Lagi All Out Menangkan Ahok Pascatertangkapnya Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imran, KPK membidik bupatinya, Makmun Ibnu Fuad. Anak Fuad yang akrab disapa Momon ini disinyalir sebagai salah satu perantara dan penerima suap. “Anaknya bagian dari yang menerima untuk diserahkan ke bapaknya, mata rantai,” kata Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja di gedung KPK Jakarta, Rabu (3/12). Adnan Pandu memastikan Momon akan diperiksa. “Pada saatnya akan diperiksa, karena mata rantai,” tegas Adnan. Momon memang harus diperiksa dulu sebelum diseret menjadi tersangka. Namun, melihat dari pernyataan KPK tersebut, peluang Momon untuk meringkuk dalam bui bersama bapaknya sangat terbuka. Sebelumnya, Fuad ditangkap pada Selasa (2/12) dini hari di rumahnya Bangkalan, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). KPK menangkap Direktur PT Media Karya Sentosa (MKS) Antonio Bambang Djatmiko dan perantara penerima suap yaitu Rauf di gedung AKA Jalan Bangka Raya No. 2 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta pada Senin (1/12) siang. Selanjutnya KPK juga menangkap Kopral Satu TNI AL Darmono selaku perantara pemberi di gedung Energy Building di Sudirman Central Bussiness District (SCBD) Lot 11 A Jalan Jenderal Sudirman Kavling 52-43 Jakarta Selatan. KPK juga masih mencari uang yang diterima oleh Fuad Amin setelah menemukan uang Rp700 juta sebagai barang bukti dari OTT ditambah sekitar Rp4 miliar yang ditemukan di sekitar rumah Fuad. KPK menetapkan Fuad sebagai tersangka penerima suap berdasarkan pasal 12 huruf a, pasal 12 huruf b, pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU PEmberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP. Pasal tersebut mengatur mengenai pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk melakukan atau tidak melakukan terkait jabatannya. Bila terbukti melanggar pasal tersebut dapat dipidana penjara seumur hidup atau penjara 4-20 tahun kurungan ditambah denda minimal Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar. Tersangka lain adalah Antonio Bambang Djatmiko dan Rauf sebagai pemberi dan perantara yang dikenakan dugaan pasal 5 ayat 1 huruf a, serta pasal 5 ayat 1 huruf b serta pasal 13 UU Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Makmun Ibnu Fuad , Fuad Amin Imron , Bangkalan , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews