Rusak Nostalgia Guardiola, Satu Kaki Barcelona di Final

Bandar Judi Bola Terpercaya VIVA.co.id – Sempurna, itulah kata yang paling pas untuk menggambarkan penampilan Barcelona di leg pertama semifinal Liga Champions melawan Bayern Munich. Bermain di Camp Nou, tim asuhan Luis Enrique menang tiga gol tanpa balas. Menutup babak pertama dengan hasil imbang tanpa gol, namun Barcelona menggila di 15 menit akhir pertandingan. Menit 77, Lionel Messi memecah kebuntuan. Lalu 3 menit berselang aksinya kembali membuat publik Los Azulgranas bersorak. Menit 90, Neymar membuat timnya semakin jauh dari kejaran The Bavarian sekaligus menutup duel dengan kemenangan 3-0. “Hasil yang sempurna. Saya sangat puas dengan segalanya di laga ini. Kemenangan ini membawa kami lebih dekat ke final. Tapi kami masih harus memastikannya di leg kedua pekan depan,” kata Enrique. “Saya tidak melihat Bayern memiliki kesempatan bagus untuk mencetak gol. Mungkin hanya satu peluang yang dimiliki Robert Lewandowski di babak pertama,” lanjut Enrique. Messi rusak nostalgia Guardiola Pep Guardiola bisa dibilang menjadi tokoh paling disorot. Pasalnya pertandingan ini menjadi kesempatan emas untuk bernostalgia dengan klub yang pernah ditanganinya itu. Sayangnya, bayang-bayang kenangan indah tersebut dirusak oleh mantan anak emasnya sendiri. Messi, dia tampil luar biasa. Seperti sudah diprediksi Guardiola, penyerang asal Argentina itu tidak bisa dihentikan oleh siapapun, termasuk barisan pertahanan Bayern yang biasanya kokoh. Permainan Barcelona membuat Guardiola harus garuk kepala. Dia seperti kehilangan akal menemukan cara mengimbangi permainan tim Catalunya tersebut. “Kami ingin menguasai bola, yang akan memaksa mereka mundur sekaligus lebih banyak berlari,” ujar Guardiola usai laga. “Ketika anda bertahan dengan tiga bek, Anda harus mendominasi dan kami gagal melakukannya.” “Ketika dengan empat pemain bertahan kami lebih solid dan Barcelona menciptakan peluang lebih sedikit. Tak mudah melawan mereka, kami bisa menghentikan tapi kami kehilangan arah ketika ketinggalan 0-1,” lanjutnya. Sementara gelandang Andres Iniesta mengakui Barcelona merasa beruntung memiliki Messi yang menjadi kunci keberhasilan menaklukkan Bayern. “Messi melakukan sesuatu yang tak bisa dilakukan siapapun. Kami beruntung dan sangat menikmati memiliki Messi. Sekali lagi, saya angkat topi buatnya. Dia membuat kami senang,” kata Iniesta. Ambisi comeback Bayern Merelakan begitu saja tiket final kepada Barcelona, tentu itu sama sekali bukan opsi yang akan diambil oleh Bayern. Meski akan menghadapi misi super sulit karena wajib menang 4-0 pada leg kedua di Allianz Arena jika ingin melaju, namun mereka tetap akan memperjuangkan asa yang tersisa tersebut. Setidaknya Bayern punya referensi bagus untuk mengumbar ambisi melakukan comeback di leg kedua. Mereka cukup menunjuk hasil duel perempatfinal malawan FC Porto. Kalah 1-3 pada pertemuan pertama di kandang Porto, namun raksasa Bundesliga melakukan comeback sensasional dengan gantian melibas wakil Portugal itu 6-1. “Akan menjadi sensasional jika kami bisa membalikkan keadaan (di leg kedua). Tapi kami harus memastikan mengerahkan segalanya hingga menit terakhir di Allianz Arena nanti,” kata penyerang Thomas Mueller. Barcelona sendiri juga tidak mau jumawa walau menang meyakinkan di leg pertama. Mereka sangat mewaspadai kekuatan Bayern di pertandingan selanjutnya. “Bayern menunjukkan saat melawan Porto apa yang bisa mereka lakukan di leg kedua setelah kalah di laga pertama. Kami tahu pelatih dan cara bermain mereka dan mereka akan memanfaatkan keuntungan menjadi tuan rumah,” ujar gelandang Ivan Rakitic. “Tapi kami tak ingin mengurangi kecepatan kami dan akan mencari kesempatan untuk mencetak gol,” dia menambahkan. Hal senada disampaikan oleh Neymar. Menurutnya, Barcelona tidak akan bermain santai meski sudah unggul 3-0 di leg pertama. “Kami akan pergi ke Jerman dan bermain seperti itu laga terakhir dalam hidup kami. Kami telah mengambil langkah besar tapi kami harus tenang dan menunjukkan rasa hormat,” tutur Neymar.

Sumber: VivaNews