Romo Magnis: 95% Masyarakat Indonesia Tidak Bermasalah dengan Toleransi

Bandar Judi Bola Terpercaya Jakarta – Budayawan dan Tokoh Umat Katolik Romo Franz Magnis Suseno mengatakan bahwa sebesar 95% masyarakat Indonesia tidak mempermasalahkan toleransi hubungan antaragama. Sebagian besar masyarakat ini memiliki hubungan yang rukun dalam kehidupan sehari-hari. “Saya kira 95% mayarakat kita no problem dengan toleransi. Hanya 5% saja yang bermasalah,” kata Romo Magnis dalam wawancaranya dengan Beritasatu TV di Jurnal Pagi bertema Merayakan Toleransi di Indonesia, Jumat (25/12). Menurut Romo Magnis, UU Nomor 5 Tahun 1969 yang menyebutkan ada 6 agama yang diakui di Indonesia, yaitu : Islam, Kristen Protestan, Kristen Katholik, Budha, Hindu, dan Khonghucu, menjadi salah satu penyebab timbulnya intoleransi di Indonesia. Ia mempertanyakan bagaimana masyarakat di luar 6 agama besar tersebut dijamin untuk menjalani agama atau kepercayaannya jika ada UU No5/1969 itu padahal pasal 28 UUD 1945 menyebutkan bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, dan menjalankan kepercayaannya. “Ini gawat. Masih banyak orang di luar 6 agama besar itu yang merasa ketakutan menjalankan ibadah agama dan kepercayaannya. Masih sering pula mereka mengalami tindak kekerasan ketika melakukan ibadahnya,” kata Romo Magnis. Romo Magnis menyatakan seharusnya pengakuan terhadap agama tidak dibatasi pada 6 agama tetapi semua agama dan kepercayaan. Sehingga seluruh umat semua agama bisa hidup berdampingan. Pada bagian akhir, Romo Magnis mengungkapkan sikap yang harus diambil masyarakat beragama di Indonesia untuk dapat mencegah terjadinya intoleransi adalah bagi umat mayoritas menghormati umat minoritas dan ikut menjamin mereka melakukan ibadahnya. Sebaliknya bagi minoritas selain menghormati juga harus menjaga perasaan umat mayoritas. L Gora Kunjana/GOR BeritaSatu TV

Sumber: BeritaSatu