Penjelasan di Balik Cedera Mengerikan Medel

Bandar Judi Bola Terpercaya Mengapa Medel bisa bermain hingga menit ke-108 saat menghadapi Brasil dengan cedera yang tampaknya cukup parah? Gary Medel memang sempat diragukan tampil pada pertandingan babak 16 Besar antara Brasil kontra Chile akhir pekan lalu. Itu semua tak lepas dari cedera mengerikan yang ia alami. Cedera otot itu bahkan membuat bagian paha Medel membengkak dengan ukuran yang cukup besar. Meski demikian, Medel tetap diturunkan dalam kondisi yang sebenarnya 50 persen saja tak sampai. Keputusan ini terbilang cukup berani karena sangat berpotensi untuk membuat cedera itu semakin memburuk. Pada akhirnya, penggawa Cardiff City ini mampu bermain hingga menit ke-108 sebelum akhirnya digantikan. Lantas, apa yang membuat Medel bisa bermain dengan otot yang mengalami kerobekan hingga mencapai 8 mm? Ahli tulang, dokter dan terapis akan mengungkapkannya dalam sebuah tulisan dari Cecilia Yáñez. Jadi, cedera yang dialami Medel ini berhubungan dengan serat otot. Marcelo Vargas, kepala Kinesiology Clinic Meds menjelaskan, ada beberapa jenis cedera. “Yang paling umum adalah cedera myofascial (cedera pada otot dan ligamen) dan dan urat saraf yang melibatkan pecahnya serat otot. Diukur dengan panjang dan jumlah struktur yang rusak. Semakin besar lesi, otot mengalami kesulitan fungsional,” ujarnya. Meskipun belum dikonfirmasi, ada kabar yang mengatakan bahwa Medel harus menjalani sebuah proses medis yang disebut infiltrasi untuk menahan rasa sakitnya selama bermain melawan Brasil. “Infiltrasi adalah praktek yang sangat umum dalam olahraga dan khususnya di sepak bola. Ini melibatkan suntikan anestesi lokal dan/atau kortikosteroid yang membantu dearah yang sakit menjadi sedikit tenang dan mengurangi peradangan,” tambah Hernan de la Barra, Akademisi dari School of Kinesiology di Universitas Andrés Bello. Kerobekan otot yang dialami Medel dilaporkan mencapai 8 mm. Menurut Salineros Matias, itu bukan ukuran besar. Dalam pengalamannya, ia telah melihat beberapa pemain dengan cedera myofascial sudah dapat bermain dalam waktu tiga minggu, meskipun membutuhkan waktu sekitar sebulan setengah untuk memulihkan jaringan yang mengalami kerobekan. “Dengan penanganan yang tepat dan pemantaun USG daerah yang cedera bisa kembali pulih,” ujarnya. Di sisi lain, fisioterapis Oscar Michaels dari Sports Medicine CLC mengatakan kerobekan itu cukup besar, tetapi dengan memperhatikan kondisi fisik dari seorang pemain, ia bisa saja bermain dengan asumsi ada resiko yang harus ditanggung. Pada akhirnya, Medel hanya mampu bermain hingga menit ke-108. Pada saat itu, tampaknya Medel telah menahan rasa sakit yang begitu amat sangat. Menurut Gonzalo Fernandez dari Clinica Aleman, dalam situasi yang membutuhkan ketahanan fisik, beberapa hal mungkin terjadi. Salah satunya adalah Medel sudah bermain dalam waktu yang cukup lama sehingga membuat rasa sakit semakin meningkat dan kemudian ia bisa menahannya lagi. “Ini juga mungkin isyarat bahwa waktu bermain telah meningkatkan ukuran kerobekan,” ujarnya. Setelah Chile tersingkir, Medel kabarnya akan berlibur ke Orlando, Amerika Serikat, dengan keluarganya dan akan menunda proses pengobatannya. Menurut Michaels Oscar, kemungkinan cedera itu makin memburuk dan ia berpendapat Medel harus beristirahat total dari kegiatan fisik apapun dan secepat mungkin melakukan terapi kinestetik. “Tentunya Anda melakukan latihan khusus sebagai bagian dari terapi. Instruksi yang diberikan kepada atlet sehingga mereka dapat melakukannya sendiri, tanpa pengawasan. Bukan kali pertama cedera robek dan mereka tahu bagaimana melakukannya,” katanya. Gonzalo Fernandez menyarankan Medel untuk melakukan proses pemulihan dengan es, anti-inflamasi dan beberapa latihan sendiri di waktu senggangnya. Ia juga harus menjalani terapi tertentu untuk membuat kondisi kian membaik. Hernan Bar juga merekomendasikan diet kaya protein untuk meningkatkan sistensis jaringan otot. Dan sebelumnya musim baru bergulir, kita semua tentu berharap Medel telah 100 persen pulih untuk menunjukkan kemampuannya terbaiknya di lapangan.

Sumber: Supersoccer.co.id