Pangsa Pasar IKNB Syariah Capai 4,41%

Bandar Judi Bola Terpercaya Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pangsa pasar industri keuangan nonbank (IKNB) syariah mencapai 4,41% pada Juli 2016, meningkat dibandingkan Desember 2015 yang mencapai 3,91%. Direktur IKNB Syariah OJK Muchlasin menjelaskan, pangsa pasar tersebut masih jauh di bawah target yang diharapkan, yakni 5%. Sebab, sektor IKNB syariah selain asuransi syariah memiliki pangsa pasar yang jauh di bawah 5%, sehingga pangsa pasar total menjadi kecil. “Baru asuransi syariah yang memiliki pangsa pasar di atas 5%, yaitu mencapai 5,4%, yang lain masih jauh,” kata Muchlasin di Jakarta, Selasa (27/9). Untuk meningkatkan pangsa pasar IKNB syariah, OJK mendorong para pelaku industri untuk memisahkan unit usaha syariah (UUS) dari induknya (spin off). Di asuransi syariah, meski kewajiban spin off tersebut memiliki tenggat waktu hingga 2024, OJK tetap mendorong pelaku industri untuk segera melakukan spin off. “Tahun ini, ada tiga perusahaan asuransi syariah yang melakukan spin off, yaitu Jasindo Syariah, Reindo Syariah, dan Bumiputera Syariah,” ungkap dia. Selain asuransi syariah, OJK mendorong sektor IKNB lain seperti modal ventura, pegadaian, pembiayaan infrastruktur, dan dana pensiun untuk membentuk syariah. Dorongan ini juga diperkuat dengan beberapa regulasi. “Untuk dapen syariah, POJK-nya (Peraturan OJK) sudah kami selesaikan, begitu juga untuk pegadaian syariah yang aturannya tergabung dalam kelembagaan pegadaian konvensional. Kami mengeluarkan antara lain terkait penjaminan syariah yang harus disesuaikan pasca keluarnya Undang-Undang Penjaminan yang baru,” jelas dia. Hingga Juli 2016, aset IKNB syariah mencapai Rp 80 triliun, naik 23,2% dibandingkan Desember 2015 yang mencapai Rp 65 triliun. Asuransi syariah masih menjadi kontributor terbesar dengan pencapaian aset sebesar Rp 31,76 triliun. Industri pembiayaan syariah mencatat aset sebesar Rp 30,08 triliun, naik dibandingkan periode Desember 2015 yang sebesar Rp 22 triliun. Sementara itu, sektor industri lain seperti industri modal ventura syariah mencatatkan aset sebesar Rp 1 triliun, naik dibandingkan periode Desember 2015 yang sebesar Rp 400 miliar. Di sisi lain, lembaga jasa keuangan khusus termasuk pembiayaan ekspor syariah mencatatkan aset sebesar Rp 17,19 triliun. Gita Rossiana/ARS Investor Daily

Sumber: BeritaSatu