Nusakambangan, Pulau yang Menjadi Lokasi Tujuh LP Pemeriksaan Berlapis, Narkotika Tetap Saja Masuk

Bandar Judi Bola Terpercaya Tak mudah untuk bisa menginjakkan kaki di Pulau Nusakambangan. Lokasi berdirinya 7 (tujuh) Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang berkeamanan tinggi di Indonesia ini dilengkapi pemeriksaan berlapis. Pengunjung harus menunjukkan identitas dan maksud yang jelas sebelum berada di pulau itu. Laporan ANGEL RUMEEN, Nusakambangan UNTUK bisa berada di Nusakambangan yang masuk wilayah pemerintahan Cilacap, Jawa Tengah, pengunjung harus melewati pemeriksaan berlapis. Pemeriksaan pertama adalah di Dermaga Wijapura, Cilacap. Di sana, bawaan pengunjung dan kartu identitas diperiksa, serta pengunjung harus menjelaskan maksud kunjungannya. Di dermaga itu, ada kapal yang sudah disediakan oleh Kemenkumham RI, bagi pengunjung atau pegawai LP dan keluarga, untuk menyeberang. Pengunjung yang membawa kendaraan roda dua dan roda empat, bisa mengikutsertakan kendaraannya di kapal yang dinakhodai pegawai LP itu. Setelah tiba di Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan, pengunjung kembali harus melewati pemeriksaan oleh sejumlah petugas. Tak hanya sampai di situ, di tengah perjalanan pun, ada pos polisi yang juga dipakai untuk pemeriksaan. Sebelum tiba di LP Kelas II A Nusakambangan, pengunjung lebih dulu akan melewati LP Terbuka. Bangunan bertingkat yang dicat hijau ini terlihat lebih bersahabat (dibanding LP lain). Tak ada pagar tinggi membatasi, karena LP itu memang dikhususkan untuk narapidana yang akan mengakhiri masa hukumannya. Setelah LP Terbuka, kemudian ada LP Batu. Berbeda dengan LP Terbuka, LP Batu yang pernah dihuni narapidana trio bom Bali dan Tommy Soeharto ini, dikelilingi oleh tembok, kecuali bangunan bagian depannya yang digunakan untuk (masuknya) tamu. Sementara sepanjang jalan menuju kawasan itu, pengunjung disuguhi dengan pemandangan laut dan hutan. Di luar itu, di pulau seluas 121 kilometer persegi tersebut juga berdiri beberapa rumah penduduk, yang terdiri dari pegawai LP beserta keluarganya. Ada pula tempat ibadah berupa masjid dan gereja di sana. Sebelum tiba di LP Narkotika Kelas II A, ada lagi bangunan yang berdiri sedikit jauh dari jalan raya. Itu adalah LP Besi. Seperti LP yang lain, di LP ini juga ada narapidana atau tersangka yang terkait kasus narkotika. Di LP Besi inilah drummer Padi, Yoyo, ditahan karena ditemukan membawa narkotika jenis sabu. Kira-kira berselang 15 menit perjalanan, barulah kita tiba di LP Narkotika Kelas II A Nusakambangan. Namun untuk masuk ke dalamnya, tidak sembarangan. Untuk masuk ke dalam bangunan yang dikelilingi pagar dengan kawat berduri ini, pengunjung harus melapor. Petugas pun membatasi waktu berkunjung dari Senin sampai Kamis, antara pukul 09.00 hingga 13.00. “Jam kunjung di sini dibatasi. Kapal pengangkut pengunjung hanya sampai jam 2 siang,” ungkap salah seorang petugas yang berjaga di LP Narkotika Kelas II A, sambil menyebut barang yang (jelas-jelas) dilarang dibawa di antaranya adalah senjata tajam dan narkotika. Hanya, meskipun begitu, masih saja ada yang lolos dari petugas keamanan. Buktinya, dari beberapa penyelidikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) misalnya, narapidana yang tersangkut kasus narkotika nyatanya banyak yang masih lancar menjalankan bisnis haramnya. “Pemeriksaan memang berlapis. Tetapi, ada saja bantuan dari orang dalam yang meloloskan. Dia berperan sebagai kurir,” kata Brigjen (Pol) Benny Mamoto, Direktur Narkotika Alami BNN. Benny juga mengatakan, bahwa pencegahan yang sangat mungkin dilakukan adalah dengan konsistennya penegakan hukum. “Harus tegas dan konsisten penegakannya. Pembinaan terhadap personil LP harus dilakukan. Selain itu, pengawasan lintas instansi yang berwenang harus ditingkatkan,” tandasnya. Terlepas dari itu, LP Narkotika Kelas II A yang berpenghuni sebanyak 283 narapidana ini menyediakan juga sejumlah fasilitas, mulai dari sarana ibadah seperti masjid, poliklinik, lapangan, hingga perpustakaan. Narapidananya sendiri di sini dibagi menurut blok, dari A1-A6 yang ada di bagian timur, serta blok B di bagian barat. Pada masing-masing blok, berdiri pagar transparan yang sekaligus dikelilingi jalan untuk inspeksi petugas. Di tempat inilah memang, pada umumnya dikurung para narapidana kasus narkoba. Meskipun demikian, di LP lain sendiri sebenarnya juga ada narapidana kasus narkotika. Setelah LP Narkotika Kelas II A sendiri, masih ada LP Permisan, dengan narapidana yang didominasi warga asal Nigeria. Selanjutnya juga ada LP Kemuning, serta LP Pasir Putih yang dikenal sebagai penjara dengan super maximum security. (gel/jpnn) 0 share 0 tweet 0 +1

Sumber: JPNN