Mahaka: Tidak Ada Hukuman Untuk Pelatih yang Mengkritik Wasit

Metrotvnews.com, Jakarta : Pertandingan pembuka turnamen Piala Jenderal Sudirman sudah selesai dihelat, Selasa 10 November. Ketika itu, Arema berhasil menang dengan skor 4-1 atas Persegres Gresik. Namun, pertandingan tersebut menimbulkan sedikit kontroversi. Pelatih Persegres, Widodo C. Putro merasa dicurangi karena banyak keputusan wasit yang merugikan skuatnya. Baca juga Wawancara Eksklusif Rudolof Yanto Basna Rizky Pellu Dedikasikan Sukses di PJS untuk Sang Kekasih Raih Juara PJS, Pembuktian Kiper Buangan Persib Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart Putusan wasit Prasetyo memberikan hadiah penalti kepada Arema menjadi salah satu momen yang disorot Widodo. Menurutnya, keputusan itu keliru lantaran pemain Persegres tidak melakukan handball. Widodo makin naik pitam karena Prasetyo juga memberikan kartu merah kepada FX Yanuar. Menurut Widodo, dua putusan itu membuat penampilan Persegres menurun. “Semua orang tahu itu kalau tak ada handball, tapi kenapa masih ada penalti,” keluh Widodo seusai pertandingan. Pihak penyelenggara Piala Jenderal Sudirman, Mahaka Sports and Enterainment merasa kritik Widodo masih dalam tahap wajar. Oleh karena itu, Mahaka Sports and Entertainment tidak akan memberikan hukuman kepada Widodo dan pelatih lain yang memprotes keputusan wasit. “Tidak ada hukuman kepada pelatih yang memprotes wasit. Pelatih berhak mengajukan protes. Kami hanya menjaga pertandingan. Apakah keputusan wasit bisa membuat penonton marah atau manajer klub berteriak-teriak di pinggir lapangan. Sanksi baru diberikan jika itu terjadi ,” ujar Hasani Abdul Ghani selaku CEO Mahaka ketika dihubungi Metrotvnews.com , Rabu (11/11/2015). “Jika Widodo masih ada keberatan, bisa diajukan ke komite wasit. Soal hukuman penalti, itu beda urusan. Kalau ada unsur kesengajaan, baru kami turun tangan,” sambungnya. “Kami sebagai operator hanya melihat apakah ada unsur kesengajaan atau wasit merekayasa pertandingan. Jika kami melihat pertandingan kemarin, sudah berjalan baik,” papar Hasani. Mengkritik wasit sebetulnya sesuatu yang haram dilakukan di sepak bola. Ambil contoh di Liga Primer Inggris. Di sana, manajer tim sering mendapat sanksi dari FA karena mengkritik putusan yang diambil wasit ketika pertandingan berlangsung. Teranyar, kasus ini menimpa manajer Chelsea, Jose Mourinho. Lantaran “mendamprat” wasit, Mourinho dihukum tak boleh menemani tim ketika melawan Stoke City, Minggu 8 November. (HIL)

Sumber: MetroTVNews