KPK Sebut Turut Andil dalam Penangkapan AKBP Brotoseno

Bandar Judi Bola Terpercaya Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim turut andil dalam penangkapan Kanit Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, AKBP Brotoseno oleh tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli) Polri. Brotoseno yang juga mantan penyidik KPK diduga menerima suap terkait penanganan kasus dugaan korupsi kasus cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengaku pihaknya membantu Polri dalam memberikan data dan informasi. “Iya. Kita berikan informasi. Kita sharing berbagai info,” kata Alex, sapaan Alexander Marwata di Jakarta, Jumat (18/11) malam. Alex menyatakan, pihaknya berkepentingan melakukan koordinasi dan memonitor penanganan kasus dugaan korupsi cetak sawah yang dilakukan Bareskrim Polri. Hal ini lantaran kasus tersebut sebelumnya ditangani KPK. “Kebetulan ya, kasus cetak sawah itu kan dulu dari KPK, kemudian kita limpahkan ke Bareskrim. Kemudian ditangani. Nah, kita supervisi. Kita monitor terus. Sampai dimana perkembangannya,” kata Alex. Meski demikian, Alex mengaku tak mengetahui secara pasti berapa kali Brotoseno menerima uang. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu materi yang didalami Bareskrim Polri. “Itu sedang diselidiki penyidik dari kepolisian. Nanti akan terungkap sudah berapa kali terima. Yang jelas, pada saat uang itu diterima, ya itulah yang diterima kan. Apakah sebelumnya sudah, saya tidak tahu. Mungkin sedang diselidiki oleh penyidik Bareskrim,” katanya. Alex mengaku menyesalkan tindakan Brotoseno yang menerima uang terkait penanganan perkara. Sebagai mantan penyidik KPK, Brotoseno seharusnya menularkan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan Polri. “Sebetulnya alumni KPK, siapa pun dia, dari kalangan pemerintah, BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) atau kementerian, dia itu ke sana harusnya membawa nilai-nilai pro antikorupsi. Itu yang kami harapkan. Dia menjadi agen perubahan dari asal muasalnya. Dengan tertangkapnya saudara B (Brotoseno), kita tentu saja sangat menyesalkan. Nilai-nilai yang sudah dia bawa dan bina dari KPK tidak diaplikasikan, terapkan di instansi asalnya,” ungkapnya. Alex menyatakan, KPK selalu menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada seluruh pegawai, mulai dari pucuk pimpinan hingga pegawai terendah. Sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat mampu memberantas korupsi di Indonesia, seluruh pegawai KPK harus mampu menjaga integritas. “Kalau pencegahannya, kita terus menanamkan ke pegawai bahwa kita ini jadi harapan masyarakat. Kita ini mempunyai kekuatan karena dukungan masyarakat. Kita selalu sadarkan, sekali kita terpeleset, habis KPK. Supaya apa? Supaya semua pegawai KPK dari semua kalangan dari atas sampai bawah selalu berpikir itu,” ungkapnya. Diberitakan, Brotoseno ditangkap jajaran Divisi Profesi dan Pengawasan (Propam) Polri lantaran diduga menerima uang terkait penanganan kasus dugaan korupsi cetak sawah. Dari tangan Brotoseno, Propram Polri menyita uang Rp 1,9 miliar dari yang dijanjikan Rp 3 miliar. Brotoseno diketahui sempat menjadi penyidik KPK. Bahkan, termasuk salah satu penyidik senior. Namun, Brotoseno keluar dari KPK saat kasus mantan Anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Angelina Sondakh mengemuka. Belakangan, mencuat ke publik soal hubungan asmara Brotoseno dengan Angie, sapaan Angelina Sondakh yang kini mendekam di Lapas Pondok Bambu karena dihukum 10 tahun penjara atas perkara suap pembahasan anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Fana Suparman/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu