Kota di Indonesia Belum Layak Disebut Smart City

Bandar Judi Bola Terpercaya Jakarta – Direktur e-Government Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Firmansyah Lubis, menyampaikan, saat ini belum ada satu pun kota di Indonesia yang layak disebut sebagai smart city atau kota pintar. Bila ada suatu kota yang mengklaim daerah mereka sebagai kota pintar, menurutnya itu masih jauh dari konsep kota pintar yang sesungguhnya. “Untuk kota-kota di Indonesia, smart city itu masih jauh. Karena untuk disebut sebagai smart city , setidaknya sebuah kota harus memenuhi tiga syarat utama,” kata Firmansyah Lubis di acara diskusi yang digelar Komunitas Connected Government dan Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia, di Jakarta, Kamis (8/9). Syarat pertama adalah smart dari sisi government, di mana pemerintahnya harus terbuka dengan teknologi. Misalnya dengan membuat kebijakan semua permohonan harus melalui e-Office. Bila tidak, makan tidak akan dilayani. “Syarat kedua adalah smart dari sisi masyarakatnya. Mereka juga harus pintar menggunakan teknologi. Kemudian syarat ketiga smart dalam pelayanan kepada publik, memberikan solusi machine to machine (M2M), tidak lagi menggunakan kertas atau paperless . Untuk transportasi juga begitu, rambu lalu lintas bisa diatur menggunakan remote sehingga kemacetan bisa mudah terurai, jadi memang masih sangat jauh,” paparnya. Pemerintah pusat saat ini juga terus mendorong implementasi e-Government di lebih banyak kota. Firman menambahkan, pembentukan Komunitas Connected Government salah satunya juga untuk mencapai tujuan tersebut. Apalagi sudah ada portal khusus hasil kerjasama Komunitas Connected Government dengan Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia yang berfokus pada konten, Informasi dan pemikiran mengenai penyelenggaraan e-Government . Herman/FER BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu