Ini Sanksi Terberat FA ke Pemain Liga Inggris

Bandar Judi Bola Terpercaya , Jakarta – Dua hari lalu Asosiasi Sepak Bola Inggris, FA mengganjar Suarez dengan larangan bermain sebanyak delapan pertandingan, dan didenda sebesar 40 ribu poundsterling atau sekitar Rp 500 juta. Banyak pihak yang menilai hukuman tersebut terlalu berat, namun Suarez tidak sendirian. Ada beberapa pemain yang menjadi ‘korban’ ketegasan FA. Seperti dikutip The Telegraph , berikut pemain-pemain tersebut : Kolo Toure (Manchester City -2011) Pemain asal Pantai Gading itu gagal melewati tes doping pada 2 Maret 2011. Toure pun mendapat larangan bertanding selama enam bulan terhitung sejak tanggal tersebut. Bukan hanya itu saja, Bekas pemain Arsenal tersebut juga didenda oleh klub dengan potongan enam minggu gaji, atau sebesar720 ribu pounds (Rp 10 miliar). Eric Cantona (Manchester United – 1995) Pada pertandingan melawan Crystal Palace 25 Januari 1995, Cantona disuir keluar lapangan oleh wasit karena menendang bek Palace Richard Shaw. Begitu akan berjalan keluar, Cantona yang merasa terintimidasi, menendang fans Palace yang bernama Matthew Simmons. Insiden itu pun dikenal sebagai kungfu ala Cantona. Akibat peristiwa itu Cantona dilarang bermain selama sembilan bulan plus denda 30 ribu pounds (Rp 428 juta). Rio Ferdinand (Manchester United – 2003) Pada 2003 pemain berusia 33 tahun itu tidak menghadiri tes doping, Ferdinand berdalih lupa karena sedang mengurus kepindahan rumahnya. FA pun mendendanya dengan hukuman delapan bulan larangan bermain baik di level klub dan juga tim nasional. Hukuman itu membuat Ferdinand tak bisa membela MU di sisa musim 2003-2004 dan ia juga tak dapat bermain bersama Inggris di Piala Eropa 2004. Selain itu Ferdinand juga mendapat denda 50 ribu pounds (Rp 713 juta). Roy Keane (Machester United – 2002 ) Keane mendapat hukuman larangan bertanding lima minggu dan denda 150 ribu pounds (Rp 2 miliar) pada Oktober 2002, karena membuat pengakuan di buku autobiografi-nya soal kesengajaan mencederai Alf-Inge Haaland pada derbi Manchester. | IRVAN SAPUTRA

Sumber: Tempo.co