Imbas Referendum Inggris, Bursa AS Rontok

Bandar Judi Bola Terpercaya New York – Bursa saham AS pada perdagangan akhir pekan, Jumat (24/6) anjlok lebih dari tiga persen dan ditutup di zona merah. Hal ini akibat imbas dari hasil referendum di Inggris yang menunjukkan mayoritas warga Inggris lebih memilih untuk keluar dari Uni Eropa (UE) dibanding mereka yang ingin tetap di Uni Eropa. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup anjlok 610,32 poin atau turun 3,39 persen ke level 17.400,75. Indeks S&P 500 ditutup melemah sebesar 75,91 poin atau anjlok 3,59 persen ke level 2.037,41. Sedangkan, indeks Nasdaq ditutup melemah sebesar 202,06 poin atau anjlok 4,12 persen ke level 4.707,98. Berdasarkan presentasi, pelemahan yang dialami oleh DJIA dan S&P 500 pada penutupan perdagangan Jumat tersebut merupakan yang terburuk sejak Agustus 2015. Sedangkan, Nasdaq merupakan yang terburuk sejak Agustus 2011. Sektor keuangan yang mencatat pelemahan sebesar 5,4 persen pada perdagangan akhir pekan merupakan rekor terburuk sejak Agustus 2011 yang akhirnya menarik indeks S&P 500 anjlok ke zona merah. Harga minyak mentah AS, WTI, pada perdagangan akhir pekan di pasar berjangka juga anjlok. Minyak mentah AS, WTI, ditutup anjlok US$ 2,47 atau melemah 4,93 persen ke level US$ 47,64 per barel. Sementara itu, nilai tukar mata uang Inggris, pound sterling terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat, mencatat pelemahan tertinggi sejak 1985, di mana pound sterling anjlok lebih dari 10 persen dan ditransaksikan di kisaran US$ 1,32-US$ 1,36. Padahal, biasanya kurs pound sterling terhadap dolar AS ini berada di level US$ 1,50. Paulus Nitbani/PCN CNBC

Sumber: BeritaSatu