Brasil dan Argentina Sama Malangnya

Bandar Judi Bola Terpercaya Brasil terlemahkan di semifinal. Benar. Tapi, nasib malang itu bukan hanya milik mereka. Brasil, sang tuan rumah, mendapatkan status sebagai tim terlemah dalam hal serangan di antara semua negara yang tersisa karena mereka kehilangan sang anak emas, Neymar, karena cedera. Klaim ini tak sembarangan, karena data memang menunjukkan demikian adanya. New York Times menilai bahwa Neymar adalah 23% kekuatan serangan Brasil. Angka tersebut tidak didapatkan dari jumlah gol dan assist yang berhasil diciptakan oleh Neymar, tetapi diperoleh dari jumlah tembakan tepat sasaran dan peluang yang diciptakan oleh sang bintang. Arti penting Neymar memang kalah besar dari peranan Arjen Robben dalam serangan Belanda. Tapi, yang meratap jelas bukan mereka. Belanda dapat memainkan semua pemain yang masuk ke dalam daftar lima besar pemain paling berpengaruh dalam serangan tim, sementara Brasil kehilangan sang pemuncak daftar. Dan, walaupun Thomas Müller hanya memiliki nilai 21% saja, Jerman dipastikan tetap bersyukur. Selain karena Müller tidak absen, penghuni posisi kedua dan ketiga di daftar mereka memiliki sumbangan yang tak kalah besar: Mesut Özil 19%, dan Toni Kroos 14%. Bandingkan dengan Brasil yang “hanya” memiliki Oscar (13%) dan Hulk (11%) sebagai dua sosok yang paling mendekati Neymar. Setidaknya, Brasil tidak sendiri. Sang tetangga, Argentina, juga mengalami nasib serupa walau tak sama. Lionel Messi (26%, pemuncak daftar) memang dapat bermain, namun Ángel Fabián di María (22%, posisi kedua, nyaris sama dengan Neymar di posisi pertama Brasil) dipastikan tak akan mampu menebar ancaman terhadap gawang Belanda.

Sumber: Supersoccer.co.id