Sinergi Pemerintah dan Polri untuk Atasi Kerusuhan Suporter di TSC

Angka Keluar Hongkong JUARA.net – Kerusuhan suporter masih kerap menjadi bagian kisah hiruk pikuk sepak bola nasional. Awal pekan ini, sebuah terobosan kembali digagas untuk mengakhiri cerita kelam tersebut. Penulis: GONANG S./SAHLUL F./BUDI K./KUKUH W./MARTINUS B. Bermodalkan sejumlah laporan kericuhan suporter pada ajang Torabika Soccer Championship (TSC) dan ISC B di sepanjang pekan lalu, pihak Kemenpora memanggil PT Gelora Trisula Semesta ( GTS ) selaku operator turnamen pada awal pekan. Dari pertemuan tersebut, beberapa poin dirumuskan guna meminimalikan potensi terjadinya kericuhan suporter di kemudian hari. “Pertama, harus ada sinergi antara GTS dengan pemerintah. Pasalnya, sebagian besar stadion-stadion di Tanah Air kan miliknya Pemda setempat,” ujar Direktur Kompetisi, Ratu Tisha . “Jadi, pemda juga harus ikut memperhatikan soal kelayakan stadion hingga jalur evakuasi,” lanjutnya. Tisha menjabarkan bahwa selama ini, pihak operator lebih banyak berjalan sendiri dalam urusan verifikasi stadion. Poin lain yang turut dirumuskan dalam pertemuan tersebut adalah terkait upaya sinergi dengan pihak keamanan. “Konkretnya, PT GTS di-endorse pemerintah untuk membuat MoU dengan kepolisian. Pasalnya, ada batasan-batasan antara peran GTS dengan pihak keamanan di rangkaian TSC,” ujar Tisha. Terkait jatuhnya korban jiwa dari kalangan suporter dalam sepekan terakhir, Tisha menuturkan bahwa pihaknya masih akan terus memantau hasil sidang Komisi Disiplin pada tengah pekan ini. “Pokoknya kasus ricuh suporter harus dituntaskan. Kami tetap tunggu laporannya dari pihak operator,” ujar Menpora, Imam Nahrawi. Ultras Gresik Jarang Kasus Dari serangkaian kerusuhan suporter yang terjadi pekan lalu, gesekan antara kelompok suporter Ultras Gresik United dengan suporter PS TNI di Stadion Tri Dharma, Petrokimia, Minggu (22/5/2016), cukup menyita perhatian. Memang tidak ada jatuh korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, sekitar 50 penggemar GU harus dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat bentrok dengan beberapa oknum suporter PS TNI . Padahal sebelumnya, Ultras Gresik termasuk kelompok suporter yang jarang terlibat kericuhan dengan suporter lain. Pengurus teras Ultras Gresik bahkan mengklaim tak pernah ada anggotanya yang sampai harus meregang nyawa akibat terlibat kericuhan suporter. “Kami telah merasakan nikmatnya berdamai dengan suporter PS TNI . Semoga tak ada lagi kasus serupa di kemudian hari,” ujar Ketua Ultras Gresik, Muharom.

Sumber: Juara.net