Sambut AFTA, Risma Sedot Pebisnis Nasional dan Internasional Dengan �Surabaya Great Expo�

RIMANEWS – Sebanyak 162 stan meramaikan “Surabaya Great Expo” (SGE) 2014 yang digelar Pemkot Surabaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-721 di Grand City Convex. “Mulai Juni hingga November ada beberapa event bertaraf Nasional maupun internasional. Sehingga dipastikan banyak tamu dari luar negeri yang akan berkunjung ke Surabaya. Itu merupakan kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal,” ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat membuka SGE, Rabu (28/5). Menurut dia, Surabaya kini telah berkembang menjadi kota destinasi orang-orang dari luar negeri. Tak hanya untuk berwisata, tetapi mereka yang singgah ke Kota Pahlawan acap kali datang karena alasan bisnis. Hal tersebut merupakan peluang yang harus ditangkap para pelaku usaha lokal. Selain itu, lanjut dia, Risma juga mengingatkan era “ASEAN Free Trade Area” (AFTA) atau era perdagangan bebas ASEAN yang efektif berlaku per 1 Januari 2015. Risma mengatakan saat itu akan ada nuansa perdagangan yang berbeda. Masyarakat di negara-negara ASEAN bebas berkompetisi secara ekonomi. Kegiatan bisnis pun seolah tidak ada batasan/halangan. Pada fase tersebut, kata dia, warga Surabaya akan bersaing secara terbuka dengan para pengusaha maupun tenaga kerja dari luar negeri. Untuk itu, wali kota perempuan pertama Surabaya ini menekankan pentingnya persiapan yang matang agar warga kota dapat mengambil peran dalam perdagangan bebas ASEAN. “Potensi dalam negeri sebenarnya cukup bagus. Kalau itu tidak dimaksimalkan nanti saya khawatir akan diambil alih oleh pihak asing,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan acara ini merupakan agenda rutin tahunan yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya. Menariknya, kata dia, peserta pameran sangat beragam. Tak hanya pelaku usaha dari sektor swasta, instansi pemerintah dan perguruan tinggi juga tidak ingin ketinggalan. Misalnya RSUD Bhakti Dharma Husada yang menyediakan layanan cek tekanan darah dan denyut nadi gratis. Informasi jenis pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemkot itu juga bisa diakses di SGE. Ada pula Dinas Pertanian Kota Surabaya yang memamerkan berbagai hasil pertanian dan perikanan, di antaranya bandeng asap tanpa duri, otak-otak bandeng dan jamur tiram. Selain produk, kata dia, pengunjung juga bisa mendapatkan informasi mengenai konsep “urban farming” yang bisa diterapkan secara praktis. Widodo mengatakan dinas yang dipimpinnya kali ini mengusung banyak produk UKM hasil binaan, seperti busana muslim, pernak-pernik, makanan kemasan dan kerajinan menjadi favorit pengunjung SGE. (rim/fr) Baca Juga Mengenal As’ad, Kiai yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan DKI Akan Buat Underpass Mampang Kuningan Raksasa Internet Jepang Investasi Rp 664 Triliun di Amerika Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Ekonomi , Surabaya , FTA , risma , SGE , Ekonomi , Surabaya , FTA , risma , SGE , Ekonomi , Surabaya , FTA , risma , SGE

Sumber: RimaNews