Presiden Diminta Segera Putuskan Menteri ESDM Baru

Angka Keluar Hongkong Jakarta – Pengamat Ekonomi-Politik Ferdy Hasiman mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera memilih dan melantik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sampai saat ini, Presiden Jokowi belum memutuskan Menteri ESDM baru, pangganti Arcandra Tahar karena Dwi-Kewarganegaraan. Untuk sementara waktu, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menjabat sebagai Plt menteri ESDM, sampai Presiden menunjuk menteri ESDM baru dalam waktu yang tak ditentukan. “Tugas berat diemban Menteri Luhut karena harus melakukan koordinasi lintas kementerian di sektor maritim, seperti Kementerian Kelautan, ESDM, Perhubungan dan Pariwisata. Padahal, kementrian ESDM sendiri memiliki tugas yang amat berat,” ujar Ferdy di Jakarta, Senin (3/10). Menteri ESDM, kata dia, harus berurusan dengan minyak dan gas (Dirjen Migas), mineral dan batu bara (Dirjen Minerba), listrik (Dirjen Listrik) dan energi baru terbarukan dan konservasi energi (Dirjen EBTKE). Selain itu, lanjut dia, masih ada Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan BPH Migas yang bertugas melakukan pendistribusian BBM dan penanangan pipa Migas. “Ini bukan tugas mudah, tetapi memerlukan fokus dan energi besar. Luhut sendiri dalam pemberitaan media merasa capek jika semua urusan di kementerian ESDM harus ditanggungnya. Itu artinya, Presiden harus cepat memilih menteri ESDM baru,” tandas dia. Menurut Ferdy, Plt tak bisa memutuskan proyek-proyek strategis. Proyek dan kebijakan strategis, katanya, hanya bisa diputuskan jika Presiden Jokowi sudah memilih menteri ESDM baru. Banyak proyek strategis yang membutuhkan keputusan cepat dari menteri ESDM baru. “Proyek-proyek itu seperti, proyek blok Masela-Maluku, proyek Indonesian Deep Water (IDD) milik Chevron Pacific di Makassar Strait. Dua proyek itu sangat besar dan memiliki investasi hampir di atas US$ 25 miliar. Percepatan dua proyek itu saja bisa membantu pertumbuhan ekonomi dan bisa membantu menguruangi defisit gas,” ungkap dia. Bukan hanya itu, ungkap dia, Menteri ESDM baru juga penting untuk melanjutkan atau meneruskan proses renegosiasi kontrak dengan perusahaan-perusahaan tambang besar, seperti Freeport Indonesia, Newmont Nusa Tenggara, Nusa Halmahera Mining, dan PT Vale Indonesia. Selain itu, kata dia, kelanjutan renegosiasi kontrak juga dengan perusahaan batu bara besar, seperti PT Bumi Resources Tbk, Adaro Resources dan sederet perusahaan batu bara lainnya. “Renegosiasi kontrak dengan perusahaan tambang, terlihat lamban. Maka, Jokowi perlu memutuskan dengan segera menteri ESDM baru,” imbuh dia. Lebih lanjut, Ferdy berharap Menteri ESDM baru bukan partisan partai politik, bukan juga utusan kelompok pebisnis tertentu, apalagi bagian dari mafia migas. “Menteri ESDM baru harus orang yang benar-benar bersih, agar dia mampu memberantas mafia migas dan mafia minerba,” pungkas dia. Yustinus Paat/PCN BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu