Perumnas Investasikan Rp 220 Miliar Bangun Sentraland Bekasi

Angka Keluar Hongkong Bekasi – Perum Perumnas memperkirakan untuk membangun Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) Sentraland Bekasi mencapai Rp 220 miliar. Proyek tersebut saat ini sudah mulai pembangunan atau groundbreaking yang dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, acara ini merupakan bagian dari memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas) yang sengaja dilakukan di proyek rusunami Sentraland Bekasi milik Perumnas, sebagai bukti dukungan pemerintah untuk mendorong berbagai pihak dalam penyediaan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurut Basuki, MBR yang dimaksud bukanlah hanya masyarakat miskin, melainkan juga keluarga muda yang memiliki pendapatan kisaran sampai Rp 7 juta. “MBR bukan berarti miskin tapi juga keluarga muda yang gajinya Rp 4 juta sampai Rp 7 juta,” ungkap Basuki, di sela acara Groundbreaking Sentraland Bekasi, Senin (22/8). Hadir pula dalam acara tersebut Direktur Utama Perum Perumnas, Bambang Triwibowo, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin dan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hermanto Dardak. Bambang Triwibowo mengatakan, Rusunami Sentraland Bekasi nantinya akan dibangun lima tower dan pada tahap pertama akan terdapat 1.117 unit dengan investasi 220 miliar. Terdiri dari 790 unit untuk rumah subsidi dan 325 unit non subsidi. “Kami harap pembangunan ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi backlog ,” ujarnya. Rusunami Sentraland Bekasi pada tahap pertama ini akan dibangun di atas luas lahan 3,4 hektare dengan tipe yang dibangun ialah tipe studio, 1 BR, dengan harga dipatok mulai Rp 184 juta hingga Rp 265 juta per unit. Sedangkan untuk nonsubsidi dijual dengan harga mulai Rp 322 juta. Proyek strategis Perumnas lainnya, akan dibangun sekitar 1,100 unit rumah tapak di atas tanah 17 ha di mana termasuk di dalamnya tipe Rumah Sejahtera Tapak (RST) di wilayah Garut. Tidak jauh berbeda, di wilayah Lampung, Perumnas akan mengembangkan sekitar 980 unit rumah tapak bersubsidi berbasis cluster , di mana merupakan konsep pertama di Lampung. Imam Muzakir/FMB Investor Daily

Sumber: BeritaSatu