Lemhanas Dukung Wacana Sekolah Parlemen

Angka Keluar Hongkong Jakarta – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) mengapreasi dan mendukung wacana pembentukan sekolah parlemen yang dicetuskan oleh Ketua DPR Ade Komarudin. Hal itu disampaikan Gubernur Lemhanas, Agus Widjojo. Menurut Agus, sekolah parlemen menjadi penting untuk menghasilkan para wakil rakyat yang baik dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Serta, diyakini tidak akan tumpang tindih dengan keberadaan Lemhanas yang selama ini banyak melahirkan pejabat publik. “Semua usaha untuk menyiapkan pejabat publik menjalankan kewenangan secara efektif itu tentu akan baik sekali. Saya rasa tidak ada tabrakan antara sekolah parlemen (dengan Lemhanas) karena itu bidangnya spesialisasi parlemen sesuai dengan DPR. Saya rasa semua upaya itu bagus, saling mengisi dan dan melengkapi dan mendukung,” kata Agus yang ditemui di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (30/8). Apalagi, papar Agus, Lemhanas lebih menitikberatkan pada menyelenggarakan pendidikan bagi calon pimpinan tingkat nasional, melaksanakan pengkajian strategis, dan mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan. Sedangkan, sekolah parlemen lebih khusus lagi, yaitu menyiapkan para calon wakil rakyat sehingga keduanya tidak akan tumpang tindih. Sementara itu, ketika ditanya perihal tudingan pemborosan anggaran di balik wacana pembentukan sekolah parlemen, Agus mengatakan, memang perlu dilakukan kajian mendalam sebelum gagasan tersebut direalisasikan. “Justru itu bagus sebagai sebuah kebijakan publik agar dibuka dulu untuk mendapat konsultasi publik dan menerima masukan-masukan. Itu adalah sebuah proses pembuatan kebijakan publik yang harus melewati konsultasi publik, dan itu akan memperkaya kebijakan publik yang akan dilahirkan,” ujarnya. Seperti diberitakan, wacana pembangunan sekolah parlemen digagas oleh Ketua DPR Ade Komarudin. Dengan harapan, meningkatkan kapasitas para wakil rakyat dalam menyerap aspirasi masyarakat. “Saya menyampaikan untuk segera dipersiapkan sekolah parlemen. Keluhan masyarakat terhadap kualitas dewan baik di DPRD maupun DPR perlu direspon,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/8). Selain itu, pembangunan sekolah parlemen juga untuk mengatasi rekruitmen anggota dewan yang minim pendidikan politik. Mengingat, sejak tahun 2009 publik Indonesia ramai-ramai memilih artis dan menjadi maskot bagi partai untuk merebut suara. Novi Setuningsih/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu