Komisi III Minta Aparat Tangkap Pemasok Narkoba ke Kalangan Artis

Angka Keluar Hongkong Jakarta – Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu meminta masyarakat mendukung pemberantasan narkoba di semua lini. Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat kepolisian diharapkan tidak hanya menangkap pada pemakai dan pengedar kecil tetapi harus mampu menangkap bandar narkoba. Sebagaimana diketahui, Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti dibekuk penyidik gabungan Satgas Merah Putih, Polres Mataram, dan Polres Lombok Barat, Minggu (28/8) lalu. Aa Gatot–begitu dia dipanggil–ditangkap dengan dugaan tengah berpesta narkoba di Hotel Golden Tulip‎ kamar 1100 Jenderal Sudirman No. 4 Selaparan, Mataram, NTB. Dari Gatot, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni satu buah klip plastik berbentuk kristal putih diduga sabu, satu buah alat hisab sabu atau bong, satu buah pipet kaca, dua sedotan, satu korek gas untuk bakar bong, dua dompet, sejumlah uang, dan HP. “Saya minta BNN maupun kepolisian tidak berhenti di pemakai namun juga mengembangkan siapa jaringan dan bandar narkoba. Banyak artis yang terlibat penggunaaan narkotika tentu ini mengesankan dunia artis tidak jauh dari narkotika,” kata Masinton di kompleks parlemen,Senayan Jakarta, Rabu (31/8). Ia mendesak BNN menelusuri jaringan yang menyediakan narkotika ke kalangan artis. Menurutnya, penangkapan artis jangan berhenti di artisnya saja namun harus dikembangkan ke kelompok jaringan lainnya. “BNN jangan berpuas diri kalau artis ditangkap. Jangan sampai penangkapan artis hanya sebagai kamuflase dari belum optimalnya pemberantasan narkotika selama ini,” katanya. Politisi PDIP itu mengatakan, setiap tahun peredaran narkotika mengalamami peningkatan, baik pengguna maupun korban bertambah terus. Maka penanganan pemeberantasan narkotikan harus lebih gencar. “Harus mampu membongkar jaringan bandar-besar itu. Kalau bandar besarnya tidak ketemu sama saja tidak ada artinya,” katanya. Hotman Siregar/FMB Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu