Jadi Perantara Suap, Marudut Dituntut 4 Tahun

Angka Keluar Hongkong Jakarta – Perantara suap dua pejabat PT Brantas Abipraya, Marudut, dituntut pidana 4 tahun penjara setelah dinyatakan terbukti mencoba menyuap Kajati DKI Sudung Situmorang serta Aspidsus Kejati DKI Tomo Sitepu Rp 2,5 miliar. Suap dimaksudkan agar Kejati DKI menghentikan perkara korupsi di PT Brantas. “Meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Marudut selama 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan,” kata Jaksa KPK Irene Putri membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/8). Marudut dinyatakan terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) UU Tipikor. Pasal yang sama juga dikenakan kepada dua terdakwa lainnya yaitu, Direktur Keuangan PT Brantas Sudi Wantoko dan Manajer Pemasaran Dandung Pamularno yang telah dituntut pidana masing-masing 4 dan 3,5 tahun penjara, serta denda masing-masing Rp 200 dan Rp 150 juta. Dalam kesaksiannya, Marudut membenarkan bahwa uang yang dititipkan kepadanya dari Dandung untuk Sudung dan Tomo. Bahkan, Sudung yang telah dihadirkan ke persidangan mengaku berkomunikasi dengan Marudut sebelum yang bersangkutan ditangkap penyidik KPK tanggal 31 Maret 2016. Sementara itu Sudung membantah pesan BlackBerry Messenger (BBM) kepada Marudut agar tidak datang ke Kantor Kejati DKI karena telah menerima bocoran operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Marudut ditangkap penyidik KPK sebelum menyerahkan uang kepada Sudung atau Tomo.‎‎ Selain pidana badan, Sudi dan Dandung juga dituntut membayar denda masing-masing Rp 200 juta dan Rp 150 juta. Hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak ‎mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan telah merusak citra lembaga penegak hukum yakni Kejati. Sedangkan hal-hal yang meringankan terdakwa antara lain keduanya tidak pernah melanggar hukum, memiliki tanggungan keluarga, dan Dandung sebagai terdakwa II telah berterus terang selama persidangan. Erwin C Sihombing/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu